SEBUAH MOTIVASI DI PERJUANGKAN
Ketika perkuliahan dimulai, kesan sederhana muncul dipikiran saya yang menimbulkan pertanyaan. Apa yang saya dapatkan dari perkuliahan ini? Pertayaan ini wajar muncul pasalnya dosen yang mengajar tidak terlalu memberikan kontribusi yang berarti buat saya, terkadang saya tidak mengerti kenapa saya berfikir seperti itu. Mungkin karena kepercayaan yang kurang terhadap beliau “Bukan sok tau” tapi mungkin pula saya paham betul tentang beliau baik kemampuan mengajar dan kesehariannya. Jika selalu begini tentu untuk meraih cita-cita saya harus belajar extra keras lagi dan belajar otodidak. Sering sekali diakhir perkuliahan saya selalu merenung karena minimnya pengetahuan yang saya dapat di bangku perkuliahan. Saya selalu ingin menjadi orang yang berdeda dari orang kebanyakan bukan dalam hal negatif tapi tentu hal yang positif keinginan ini lahir ketika dulu saya berjumpa dengan dengan teman yang mampu merubah Mindset saya, dia alumni ITB dan berkerja di PT PLN Bali Utara(AJABARA) saya benar merasakan sebuah perbedaaan yang signifikan dengan anak jebolan ITB, suatu kali saya pernah melihat Indek prestasinya (IP) rata-rata 2,8 hingga dia lulus akan tetapi kemampuannya sungguh mengagumkan jika diabandingkan saya padahal secara akademik IP saya jauh diatas dia, mulai dari cari dia berfikir, skill yang dia miliki dan masih banyak lagi. Dia pernah berkata kepada saya kebetulan dia akrab memenggil saya dengan sebutan “Wayan” dia bilang kesaya” Yan, jadilah orang yang berbeda dengan orang yang lain, karna orang biasa itu banyak tapi orang yang berbeda itu sulit dicari” tentu maksudnya berbeda dalam artian yang positif.
Sejak itulah saya selalu termotivasi untuk slalu berusaha berfikir progresif dan open mind. Sayang sahabat saya itu sekarang telah pindah kerja ke Palembang, dan sejak itu komunikasi kami dengannya mulai terputus mungkin karna kami mempunyai kesibukan masing-masing. Sejalan dengan motivasi itu saya juga selalu terinspirasi oleh sebuah cerita spiritual Hindu yaitu kisah Mahabharata dimana ada seorang kesatria yang saya pikir jauh lebih hebat ilmu panahnya jika di bandingkan dengan Sang Arjuna padahal dia belajar hanya dengan menyembah patung orang yang di agungkannya itu guru besar Drona dan kesatria itu bernama Bambang ekalawya dia belajar secara otodidak dan karena ketekunan, kerja keras serta semangat pantang menyerahnya dia bisa seperti itu.





1 komentar:
asaaaaaaaaaaaaaaaa
Posting Komentar